bolaang-mongondouw

LKBH Soroti Kecelakaan Drag Race di Kotamobagu, Minta Pemulihan Korban dan Tanggung Jawab Hukum Diutamakan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:07 WIB
Marcelino Melengkung SH (Foto ist)

MANADO, Abadipost.com – Insiden kecelakaan maut dalam ajang drag race yang terjadi sehari sebelumnya menyita perhatian publik. Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang merenggut korban jiwa serta mengakibatkan sejumlah orang luka-luka tersebut.

"Atas peristiwa itu, pertama kami menyampaikan turut berduka cita bagi seluruh korban yang meninggal dunia. Kami juga turut prihatin bagi seluruh korban yang mengalami luka-luka. Tentunya ini merupakan hal yang paling tidak diinginkan bersama," ujar Ketua LKBH saat memberikan keterangan, Sabtu (8/8/2026).

Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan dan proses pemulihan bagi para korban berjalan optimal. Seluruh pihak terkait, baik penyelenggara maupun peserta, didesak untuk menunjukkan iktikad baik dan tanggung jawab penuh sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Soroti Operasional RSUD ODSK, Vonny Paat Menolak Wacana Swastasisasi Aset Pemprov Sulut

"Kami mendukung penuh panitia dan seluruh stakeholder dalam kegiatan tersebut untuk melaksanakan pemulihan bagi korban luka-luka. Selain itu, ada tanggung jawab penuh dari panitia maupun peserta drag race untuk menyelesaikan kewajiban secara hukum, baik bagi korban luka maupun yang meninggal dunia," tegasnya.

Tanggung Jawab Hukum: Panitia dan Driver Harus Proposional

Menilai aspek hukum kejadian tersebut, pihak LKBH meminta agar penentuan kelalaian disesuaikan dengan peran serta fakta di lapangan. Menurutnya, panitia bertanggung jawab atas kelayakan ajang, sedangkan pengemudi wajib memastikan kesiapan teknis kendaraan yang digunakan.

"Kalau secara hukum, panitia tentunya memiliki tanggung jawab sesuai dengan penyelenggaraan kegiatan. Tetapi peserta atau driver juga harus bertanggung jawab apabila terbukti melakukan kelalaian dalam mengendarai kendaraan," jelasnya.

Baca Juga: Dua Srikandi DPRD Sulut Resmi Pimpin DPC Srikandi Jaga Desa Boltim dan Sitaro Masa Bakti 2026-2031

Ia enggan terburu-buru menyimpulkan penyebab utama kecelakaan karena kronologi secara menyeluruh masih dalam proses penelusuran. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya faktor keselamatan teknis, seperti kelayakan sistem pengereman sebelum kendaraan meluncur di lintasan balap.

"Jika kendaraan dipersiapkan dengan baik, dicek remnya, serta seluruh bagian yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dinyatakan sehat untuk berlomba, tentu kejadian seperti ini dapat diminimalisir," katanya.

Ia juga menilai kurang tepat jika seluruh beban kesalahan dilimpahkan begitu saja kepada pihak panitia penyelenggara.

Baca Juga: Soroti Ketiadaan Anggaran Bencana, Amir Liputo Desak Korban Kebakaran Pakowa Masuk Program RTLH

"Tidak ada seorang manusia pun atau event organizer mana pun yang menginginkan terjadinya kecelakaan. Saya juga sudah mendengar bahwa panitia siap menanggung risiko dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini