Jumat, 7 Agustus 2026

‎Lawan Balik! Masyarakat Koha Raya Resmi Laporkan Pengembang 'Agotey Coffee' ke Polresta Manado ‎

Photo Author
Fransisca Derytharia Salu, Abadipost.com
- Selasa, 12 Mei 2026 | 20:27 WIB

‎​MANADO, Abadipost.com — Tak mengenal kata lelah, masyarakat Koha Raya terus berupaya memperjuangkan hak atas sumber air bersih mereka yang diduga tercemari akibat aktivitas pematangan lahan di Gunung Tatawiran. Lahan tersebut rencananya akan dijadikan objek wisata Agro Agotey Coffee and Durian Land oleh pihak pengembang, Wenny Lumentut (WL).

‎​Setelah sebelumnya memenuhi undangan klarifikasi atas laporan pihak pengembang pada 2 Mei 2026, perwakilan masyarakat kini mengambil langkah berani dengan melaporkan balik pihak pengembang terkait dugaan perusakan lingkungan.

‎​Bukti Dampak Kerusakan Diserahkan ke Penyidik

‎​Pada hari ini, Selasa (12/05/2026), sejumlah warga Koha Raya mendatangi Mapolresta Manado untuk menyerahkan bukti-bukti konkret terkait dampak buruk yang mereka alami. Pematangan lahan di Gunung Tatawiran dituding menjadi penyebab utama tercemarnya sumber air yang menjadi urat nadi kebutuhan hidup warga.

‎​Jefry Langi, selaku perwakilan masyarakat Koha Raya, menyatakan bahwa seluruh keluh kesah warga dan bukti fisik telah diterima oleh pihak penyidik.
‎​"Kami merasa puas karena hari ini telah dimintai keterangan dan bukti-bukti sudah kami serahkan kepada penyidik untuk keperluan BAP. Harapan kami kedepan, masalah ini segera selesai dan tidak ada lagi dampak buruk bagi masyarakat di kemudian hari," tegas Jefry.

‎​Tentang Kehidupan dan Harapan

‎​Perjuangan ini bukan sekadar urusan hukum, melainkan soal keberlangsungan hidup. Bagi warga Koha Raya, air adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan bisnis semata.
‎​"Torang nda badiam (kami tidak diam), torang cuma mundur selangkah untuk maju 1000 langkah," ungkap salah satu warga dengan semangat membara.

‎​Masyarakat menegaskan bahwa mereka hanya meminta hal sederhana: didengar, dihargai, dan tidak dikorbankan. Meski perjuangan ini mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, bagi warga yang terdampak, ini adalah tentang mempertahankan harapan dan masa depan lingkungan mereka.

‎​Reporter: Tim Redaksi Abadipost.com

‎Editor: Admin Abadipost

Editor: Fransisca Derytharia Salu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Terpopuler

X