Jumat, 7 Agustus 2026

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Gelar Rapat Koordinasi, Minta Semua Pihak Siaga Penuh Hadapi Bencana Jelang Nataru

Photo Author
Fransisca Derytharia Salu, Abadipost.com
- Jumat, 5 Desember 2025 | 13:59 WIB

MANADO, Abadipost.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menggarisbawahi sejumlah poin penting dan mendesak seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

​Instruksi tegas ini disampaikan Gubernur dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana serta Peningkatan Aktivitas Masyarakat yang berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Kamis (04/12/2025).

​Ancaman Hidrometeorologi dan Peningkatan Aktivitas Masyarakat

​Rapat yang dihadiri Forkopimda Sulut, instansi terkait, dan jajaran SKPD Pemprov Sulut ini berfokus pada dua tantangan utama: risiko bencana alam dan lonjakan mobilitas masyarakat.

​Gubernur Yulius Selvanus menekankan bahwa perubahan pola iklim telah menyebabkan cuaca sangat tidak stabil, memicu risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gelombang laut tinggi.
​"Sulut termasuk daerah dengan kerentanan tinggi terhadap bencana berdasarkan Data Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI)," tegas Gubernur.

​Di sisi lain, aktivitas masyarakat diprediksi akan meningkat drastis, mulai dari pusat keramaian, objek wisata, hingga lalu lintas, yang memerlukan pengawasan ekstra.

​Koordinasi dan Aksi Cepat Jadi Kunci

​Tujuan utama rapat ini, jelas Gubernur, adalah untuk memastikan seluruh instansi siap, solid, dan mampu bertindak cepat dalam kesiapsiagaan bencana serta menghadapi musim perayaan Nataru dengan aman dan terkoordinasi.

​Gubernur Yulius Selvanus secara spesifik meminta perhatian serius pada poin-poin penting yang harus segera dilaksanakan oleh semua pihak:

​Pembentukan Posko dan Personel: Menyiapkan personel TRC, logistik, dan peralatan penanganan bencana. Membentuk Posko Kesiapsiagaan 24 jam dan melaksanakan Apel Siaga lintas instansi.

​Mobilisasi Alat Berat: Menyediakan dan memobilisasi alat berat seperti excavator standar/long arm, dump truck, tronton, serta armada penunjang lainnya untuk penanganan cepat di titik-titik rawan banjir dan longsor.

​Perlindungan Korban: Menjamin perlindungan dan penanganan korban bencana. Menyiapkan stok bantuan darurat (pangan, sandang, kebutuhan keluarga) dari Kemensos maupun APBD.

​Peringatan Dini Nelayan: Melakukan sosialisasi intensif kepada nelayan terkait risiko melaut saat cuaca ekstrem. Memastikan layanan informasi cuaca dan keselamatan laut tersampaikan secara cepat.
​"Seluruh SKPD wajib berkoordinasi dan bergerak. Instruksi ini bukan sekadar catatan, tetapi harus dilaksanakan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita," pungkas Gubernur Yulius Selvanus.

Editor: Fransisca Derytharia Salu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Terpopuler

X